Selasa, 18 Februari 2014

Sebutlah Aku Si Debu Lucu


Meloncat-loncat kesana kemari, berhenti disana-sana sini, sebutlah aku si debu lucu. Menyumbul di fentilasi-fentilasi rumah, duduk manis di meja dan kursi rumah.Aku nyaman dan jangan hancurkan aku.

Aku mulai terhempas kesana-kemari, sapu-sapu dan kemoceng, menerpa tubuhku yang ringan ini. Toh aku tetap berlari kencang-kencang dan akan hinggap kembali di ventilasi kamarmu, dan pelan-pelan aku terus mengedap di relung hatimu yang paling dalam.

Aku kadang teracuhkan, aku kadang dicuekin, makanya akau datang beramai-ramai, agar  semua orang tahu bahwa aku si debu yang lucu.

Aku hanya bersahabat akrab dengan komoceng pak Ponidi, berteman baik dengan lubang-lubang AC, dan berlarilari kesana-kemari dengan sapu Pak Ponidi juga.

Kehadiran ku selalu mengiringi segala kerapian, kehadiranku selalu hadir di segala kebersihan. Dan sebutlah aku si Debu lucu yang selalu hadir dalam kehidupanmu.

Di dedikasikan untuk si Debu vulkanik gunung Kelud

2 komentar:

  1. view fotonya dari dalam rumah ya..., aku biasanya liat dari depan rumah hehe...

    BalasHapus
  2. iya view dari dalam yang banyak abunya harus diabadikan, karena ini kejadian langka. kata bapak ku sebelumnya terjadi di tahun 1951.

    BalasHapus

Tetap Hidup dalam Keprihatinan

Gak nyangka dan bersyukur aja, akhirnya saya udah pelan-pelan hidup benar-benar mandiri, semua-semua dalam idup udah saya urusin sendiri, d...