Jika saya akan mengartikan apa itu passion adalah perasaan bergairah, perasan antusias dan perasaan bahagia ketika kita melakukan segala sesuatunya. Bergairah, antusias dan bahagia, tiga point yang harus dimiliki ketika melakuakan segala sesuatu, jika sudah tidak memiliki itu semua, berati kita sudah tidak memiliki passion dan karya akan mati, keindahan tidak akan tercipta melaui tangan kita.
Dan kini saya ingin mencoba membangun passion yang kuat terhadap apa yang saya jalani kini.
Sejak kecil saya tumbuh bersama TVRI dan RRI, Itu karena Bapak saya selalu membiasakan anak-anaknya mengatahui segala informasi, berita terbaru dari negera ini. Dan bapak akan sangat marah kalau anak-anaknya hanya melihat sinetron.
Kondisi inilah yang membuat saya begitu dekat dengan dunia berita baik di televisi dan radio. Setiap malam saya selalu memejamkan mata berlama-lama, membayangkan mimpi-mipi saya. Saya bermimpi menjadi seorang pembaca berita, saya membayangkan menjadi reporter di suatu bencana alam. Dan saya ingat sekali waktu itu usia saya baru sekitar 5 tahunan. Sungguh saya waktu itu begitu liar berimajiniasi. Bagi anak usia 5 tahun hanya lewat imajinasi saya bisa menjadi apa yang saya mau. Dan keinginan menjadi pembaca berita saya wujudkan ketika saya bergabung disalah satu radio di Jogja, mungkin hanya setahun. Namun saya cukup bahagia, karena saya bisa menjadi apa yang ada dalam mimpi saya kala itu.
Mimpi selanjutnya adalah menjadi seorang penulis. Bapak saya memang sangat menginginkan anak-anaknya menjadi penulis seperti dia. Dari 4 anaknya, hanya saya anak yang bandel, dan pemalas menulis. Karena sangat ingin anaknya menajdi penulis bapak diam-diam mengirimkan sebuah puisi berjudul Semut, dengan nama saya di Koran Kedaulatan Rakyat. Alahasil Puisi itu di muat. Saya sendiri juga tidak tahu kalau puisi itu di muat dengan nama saya. Guru bahasa Indonesia saya yang memberitahu dan memberi selamat kepada saya. Dengan wajah yang plonga-plongo sayapun menerima selamat itu sambil berbisik di hati, kapan saya nulisnya.Akhirnya teman-teman sekelas saya memberi selamat kepada saya.
Dan ternyata saya menikmati kepopuleran kala itu . Banyak di sanjung dan di puja dan mudah mendapat fasilitas gara-gara puisi semut Ohh begini to rasanya menjadi terkenal...enak juga, dan itulah keterkenalan ala anak Sekolah Dasar.
Dan ternyata saya menikmati kepopuleran kala itu . Banyak di sanjung dan di puja dan mudah mendapat fasilitas gara-gara puisi semut Ohh begini to rasanya menjadi terkenal...enak juga, dan itulah keterkenalan ala anak Sekolah Dasar.
Ahhh bermimpi menjadi penulis, kenapa tidak???? Toh Bapak selalu meminta dan mengajari saya menjadi seorang penulis. Dan pelajaran menulis dari bapak adalah belajarlah menulis di koran. Menulis di kolom pikiran pembaca dan kemudian merambah di opini mahasiswa dan di opini untuk masyarakat umum. Dan mimpi-mimpi kecil itu pelan-pelan mulai terwujud saat saya masuk bangku perguruan tinggi. setidaknya saya rajin menulis di opini mahasiswa dan di muat.
Ahh jika kelak saya sudah tidak pemalas lagi saya akan rajin menulis lagi...saya mau bermimpi menulis tentang kamu. Yahh tentang kamu yang indah dalam hidup saya.
Dan list mimpi-mimpi ini masih banyak lagi...dan jika saya punya passion, saya akan mewujudkan mimpi ini..bergeraklah dan maju..
Kiki

Tidak ada komentar:
Posting Komentar