Senin, 19 September 2016

Menjadi Manusia Digital Yang Sehat

Di suatu sudut ruang tunggu dokter, ada seorang Ibu,  yang kerepotan saat anaknyaya yang masih usia sekitar 7 tahunan, merengek-rengek di antarkan di ruang bermain anak, entah sang ibu kelelahan atau kondisi sangat tidak fit, Ibu itu enggan direpotkan si Anak, kemudian dia mengelurakan smart phone yang dibilang cukup kekinian, dengan fitur game yang cukup banyak, diberikanya kepada anak 7 tahun tersebut.Terdiamlah si anak dengan gadgetnya sambil jari jemarinya lincah kesana-kemari, tak ketingggal  si ibu juga tenggelam dengan aktifitas gadgetnya, senyum-senyum kecil-kecil di depan layar gadget terus dia lakukan. Setelah senyum-senyum si ibu kemudian meminta si anak diminta senyum lebar untuk diambil gambarnya, “ cekrek-cekrek” rupanya si ibu tengah asik masyuk di grup Whats App ibu-ibu pengantar anak di salah satu sekolah, dan mereka tengah mempertunjukan aktifitas apa yang tengah dilakukan.

Setelah selesai, si Ibu kembali tenggelam dengan gadget, begitu juga si Anak yang dibiarkan bermain dengan game on line di gadget yang lain.
Satu jam bermain game on line, rupanya ada iklan yang masuk, kartun dengan pakaain seksi, spontan si anak langsung bilang ke ibunya “ ibu aku ingin pakai pakaian seperti ini donk”. Si ibu kaget kenapa anak yang masih usia 7 tahun sudah meminta pakaian yang sangat seksi. Ibu dengan nada yang cukup tinggi, bilang “ kamu masih kecil, ngapain pakai pakaian seperti itu? “ Si anak kemudian tetap meminta ingin dibelikan baju seperti itu. Si ibu semakin membentak dan  bilang “ udah gak usah mainan HP lagi”. Di ambilah HP dari tangan si anak. Anak itu menangis kencang, dan bilang kalau “ ibu jahat”. Sang ibu kemudian mengeluarkan ancaman “ kalau masih nangis, ibu gak akan kasih Hp ini lagi”.

Tentu menjadi pemandangan yang beberapa tahun terakhir sering kita jumpai, anak sudah familiar dengan gadget, sang Ibu yang baru asik-asiknya, masuk grup WA klub ibu-ibu pengantar anak, lagi suka pamer perkembagan anak-anak masing-masing.  Tentu menjadi pemandangan yang meyedihkan, ketika semua anggota keluarga lebih sayang dengan gadgetnya dengan update status di semua media social yang ada, Instagram, facebook, twitter, Path, BBM, Telegram dan masih banyak lagi. Kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan besar di kepala saya? Sejahat itukah internet? Membuat dampak  Mesra di media sosial, tapi kering dalam berbincang tatap muka.Apakah di zaman sekarang, kita bisa lepas dari kehidupan digital?  keresahan yang harus saya cari tahu.

Era serba digital, mudah kita temui saat ini, ditambah lagi, untuk medapatkan segala kebutuhan internet sangat gampang dan sangat murah, harga ponsel yang semakin murah dan sudah menawarkan berbagai macam fiture di tambah provider yang semakin murah. Perkembangan internet bukan hanya terjadi di kota besar, tetapi bahkan sampai pelosok sudut negeri.Bahkan google sebagai mesin pencari menempatkan Indonesia urutan ke 6 sebagai Negara pengakses situs porno. Dari hasil survey dari Yayasan Kita dan Buah Hati, tahun 2015 melalui 2064 responden, siswa kelas 4 sampai 6 diketahui 90 persen mengakses situs porno, melalui  media game on line 13 %, HP 5 %, internet 13 %.
Melihat fakta tersebut,  mau tidak mau yang harus kita lakukan adalah bagaimana bisa memanfaatkan kemudahan dan kecanggihan, serta kemajuan teknologi yang saaat ini sangat berkembang pesat, dengan bijaksana, baik untuk orang tua, remaja dan juga anak-anak. Agar kehadiran internet dapat bermanfaat untuk menunjang segala aktifitas kehidupan sehari-hari.
Beberapa prinsip dalam berinternet harus dilakukan dan dipahami orangtua yang nantainya akan mengawasi anak-anaknya dalam berinternet, diantaranya :
  •  Anak-anak, belajar menggunakan gadget dan internet dari orang yang bisa menggunakanya dengan baik dan benar.
  •  Ajari mereka mengenal kebaikan dan keburukan internet.
  •  Ajak mereka memanfaatkan internet untuk kebaikan.

Banyak cara juga untuk membatasi anak-anak dari konten-konten yang seharusnya tidak mereka buka.Salah satunya dengan cara Google Safe Serch,  kemudian pilih  menu Turn On Safe Serch, to filter sexsual explicit, content from your serch result, kemudian berikan tanda centang, pada tulisan filter explicit result. Kemudian pada tulisan google instan prediction, pilih tanda pada only when my computer is fast enough.
Untuk konten youtube filtering, pada tulisan restricted mode, pilih tanda on, kemudian, arahkan kursior menuju footer halaan youtube, pada mode terbatas pilih aktif dan kemudian, simpan. Sementara itu untuk playstore filtering, pilih menu setting, pada user control pilih menu parental controls, lalu aktifkan dengan memilih on, kemudian lakukan pengaturan batas maksimal umur anak anda, yang akan memungkinkan mendownload.  Dan kita juga bisa mendowload  aplikasi untuk melindungi anak seperti kakatu, kids place, kids zone, secure teen, dan lain-lain.

Selektif dalam memilih provider juga menjadi salah satu langkah yang harus ditempuh.  Telkomsel menjadi salah satu provider yang menawarkan  gerakan terpadu berupa internet baik. Baik merupakan akronim dari, B= bertanggung jawab  dalam memanfaatkan internet dan media social secara tepat sesuai dengan norma dan etika. Seimbang dalam menjaga fitrah manusia sebagai makhluk social di era digital. A=aman dari segala potensi kejahatan dan dampak buruk internet. I=Inspiratif dan mendorong pemanfaatn internet dan media social untuk hal-hal positif. Mampu mengembangkan sikap yang bijak, dalam mengelola hak, dalam mendapatkan akses informasi yang lebih luas dalam rangka meningkatkan kualitas hidup, diri pribadi dan orang disekitranya. K=Menciptakan ekosistem digital yang produktif sebagai wadah dan pengembangan daya cipta, dan kreasi seperti membuat konten positif yang memiliki nilai manfaat, bagi orang lain,  melalui kegiatan on line mereka

#internetbaik  merupakan, seperangkat navigasi yang digunakan oleh pengguna internet untuk dapat mengambil sebesar-besarnya manfaat, dan menekan sekuat-kuatnya dampak buruk, yang ada di dalamnya. Mengacu pada norma, dan etika penuh tanggung jawab, melibatkan pemahaman tentang resiko perilaku, on line yang berbahaya, sehingga sadar untuk bisa melindungi diri sendiri, dan orang lain secara aman dan disertai, adanya upaya penggunaan, dan pemanfaatan internet untuk perbaikan, kontribusi positif kepada masyarakat luas, dalam rangka meningkatkan kualitas hidup bersama.

Selamat Ber-Internet Sehat semuanyaaa  Manusia-manusia digital, ayo sering melakukan hal-hal yang sederhana, membaca buku lebih sering, menikmati musik dan sekedar mengopi di kedai kopi bersama teman-temamu.




Tetap Hidup dalam Keprihatinan

Gak nyangka dan bersyukur aja, akhirnya saya udah pelan-pelan hidup benar-benar mandiri, semua-semua dalam idup udah saya urusin sendiri, d...